" Ketangguhan seorang Ibu” Oleh: Waty Resna " .
Bagai disambar petir ibu melihat putri kecil dengan lutut berdarah diantar kepelukkanya. Kakak tersebut menceritakan perlakuan 3 pemuda yang menghalangi aku mencari ayah, dengan wajah ketakutan aku berlari tanpa alas kaki dan terjatuh. Kakak itu membersihkan luka dan menggendong aku. Ibu mengucapkan terimakasih atas bantuannya. Ibu memeluk dan mengusap kepalaku sambil berkata” jangan pergi sendiri lagi ya naak”. Di saat ibu punya anak berumur 6 bulan, 3 tahun, 5 tahun dan 8 tahun. Ayah punya perempuan lain, tetangga dua buah rumah jaraknya dari rumah kami. Beliau menikmati hidup baru dengan melupakan 4 orang anaknya. Keluarga ibuku merasa prihatin dan menyuruh kami pindah. Kondisi ini kurang bagus untuk pertumbuhan perkembangan anak-anak. Alhamdulillah Ibu memulai peran ganda sebagai pencari nafkah dan guru bagi anaknya. Pondasi aqidah dari keluarga dan pendidikan Diniyah Putri Padang Panjang jadilah “ibu menyerahkan semua permasalahan hidup pada Allah”. Ikhtiar ibu pertamakali bela...