Kuraih Impianku
7 Februari 2022
Kuraih
Impianku
Suatu
sore di Desaku , terlihat ramai masyarakat menunggu pengumuman diterima atau
tidaknya anak ponakan mereka di Perguruan Tinggi Negeri melalui berita di surat kabar. Dorongan rasa ingin tahu yang
luar biasa, salah satunya adalah keluargaku. Alangkah bangga dan gembira saudaraku
melihat nama aku terpampang di D3 Jurusan Biologi FKIE IKIP Padang. Seakan
dikomandoi serentak semua yang ada di rumah melakukan sujud syukur pada Allah
atas diterima aku di PTN yang aku impikan. Gemerisik pohon bambu dan ranting
rambutan diterpa angin malam dibelakang
rumahku. Tetesan air hujan yang jatuh di kaleng bekas seakan irama musik yang
sahdu menyelinap kerelung hatiku menambah khusuk sujudku kepada Allah yang Maha
Pencipta. Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga aku jadi kuliah, masih
jelas terngiang-ngiang di telinga ucapan ibuku “ kalau ingin kuliah usahakan di
PTN ibu tidak sanggup menguliah anak ibu di PTS”. Sebagai orang tua tunggal seorang
guru agama SD cukup berani ibuku memotivasi kami.
Sebagai anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara, merasa canggung kalau pergi seorang diri senang di rumah,. Hari ini aku belajar untuk melakukan sendiri mulai dari mendaftar ulang di kantor Registrasi IKIP Padang yang berlokasi di Air Tawar, periksa kesehatan di Klinik IKIP dan membayar uang kuliah untuk semester satu di Bank BNI 46 dekat Taman Melati. Kekhawatiran aku terlihat jelas karena hampir semua temanku sudah membayar uang kuliah dan memperlihatkan bukti pembayarannya. Aku sangat khawatir sekali, maklumlah anak rumahan jarang ke luar rumah apalagi ke ibukota propinsi. Pengalaman berkesan sekali, dimana aku harus membayar uang kuliah perjalanan menuju Bank 46. Aku berusaha menenangkan diriku, bibirku basah membaca beberapa kali ayat kursi dan zikir selama perjalanan dari kampus Air Tawar menuju Pasar Raya. Aku tersentak kaget, karena angkot yang aku tumpangi sudah berada di kawasan Taman Melati. Aku lihat kiri kanan muka belakang belum nampak Bank tempat pembayaran uang kuliahku, ingat pesan temanku untuk turun di depan hotel. Alhamdulillah rupanya aku berhenti masih jauh dari Bank, sambil jalan kaki ditengah simpang siur kenderaan aku selalu berzikir untuk memberi kekuatan dan keberanian, perasaan sepi dalam keramaian keharuan yang tak terkira. Aku berhasil mendapatkan bukti pembayaran uang kuliah sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ulang.
Awal kuliah ibuku menyarankan untuk numpang beberapa hari di rumah keluarga bertempat di Olo Ladang dekat Terminal Lintas Andalas. Rencananya menjelang dapat rumah kost. Lagi-lagi aku disuruh mandiri, karena tugas mengajar Ibu tidak bisa mengantarkan aku. Ibu mempersiapkan kebutuhan kuliahku beras lima liter dimasukkan ibu dalam karung kain bekas tempat tepung terigu, satu buah koper yang lumayan besar untuk tempat pakaian dan buku. Berangkatlah aku naik bus menuju kota Padang. Setelah sampai di terminal Andalas aku turun dari bus dan mengambil barang-barangku, ”waktu aku angkat aduuh ! beratnya mau minta bantuan pada siapa ya a?”. Rasanya aku ingin menangis, bagaimana aku mengangkat lima liter beras di tangan kananku, koper hijau yang tingginya sebatas pahaku di tangan sebelah kiri, terseok-seok aku membawa semuanya.
“Bismillahirrahmanirrahim”, Aku kuatkan hatiku, tidak aku hiraukan pandangan orang yang tertuju kepadaku, aku angkat koper dan beras sendiri berjalan dari terminal Andalas menyeberangi zebracross yang cukup padat, menuju rumah keluarga di Olo Ladang. Betapa kagetnya aku, begitu tiba di depan rumah yang aku tuju terkunci. Aku coba bertanya pada tetangga, ternyata semua anggota keluarga berangkat ke Pekan Baru tadi pagi karena ada urusan keluarga. Aku sedih, ingin rasanya aku menjerit minta tolong ibuku “apa yang akan aku perbuat?” kesedihan yang luar biasa aku rasakan, akan aku bawa kemana barang-barang yang cukup berat ini. Beberapa lama aku termenung berzikir sambil berpikir apa yang harus dilakukan ?.
Alhamdulillah aku teringat temanku di SMAN 2 Padang saat liburan ke Jakarta kami sama naik kapal laut, sepulang liburan kami masih sering komunikasi. Ibuku juga pernah mengajak aku kerumah di Air Tawar Timur, karena nenek dari pihak ibunya tetangga kami di kampung. Keluarga dan teman–teman memanggil Beby, semua keluarga Beby; Ayah, ibu dan nenek tahu betul cerita kehidupan masa kecilku ditinggalkan ayah. Aku berdo’a, Ya Allah mudahkanlah segala urusanku, semoga ada keluarga yang bisa menumpangkan aku selama kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa.
“Bismillahirrahmahnirrahim…” aku angkat koper dan beras dengan tertatih tatih aku naik angkot menuju terminal angkot, Setelah sampai di terminal angkot aku harus turun mencari angkot yang akan membawa aku ke Air Tawar. Saat turun dari angkot karung berasku terkait dengan paku menyebabkan karung sobek beras berserakan, semua mata memandang kasihan padaku. Aku berpikir dan mencari tali/karet untuk mengikat karung beras yang sobek. Setelah selesai barulah aku angkat kembali naik angkot menuju rumah temanku. Aku lupakan sejenak pandangan orang sekitar terhadap diriku. ada yang memandang heran dan ada juga yang merasa kasihan. Setelah tiba di simpang Tunggul Hitam aku turun angkot. Aku berhenti sambil berpikir, setelah itu baru aku lanjutkan perjalanan menuju perumahan dosen Unand di Air Tawar Timur. Selama perjalanan aku tak henti-hentinya berdo’a dan mengkhayalkan “mudah-mudahan Beby temanku main-main di luar rumah?, Menyapa aku dan mengajak mampir ke rumahnya, andaikan tidak ada gimana ya..?”akan aku bawa kemana semuanya ini. Sedih sekali aku memikirkannya.
Aku
kuatkan hatiku untuk melangkah, setapak demi setapak dengan perasaan yang tak karuan. Merasa bersyukur sekali, begitu sampai di depan rumah Beby aku kaget luar biasa ‘’ada suara memanggil
namaku dan bertanya “mau kemana, ayo ke rumah!
Nenek, ayah ibu ada tuh ...! "Alhamdulillah Ya Allah” maha mendengarkan do"aku, rupanya Beby temanku
sedang membantu membersihkan jendela rumahnya, begitu Beby melihat aku lansung
menghampiriku dan membantu mengangkat barang bawaan ku masuk ke dalam rumahnya.
Beby memanggil nenek, ayah dan ibunya “ memberitahukan ada aku”. Semua keluarga
Beby berkumpul, semua sangat terharu melihat aku mengangkat beras dan koper
yang cukup berat, aku ceritakanlah perjalananku dari terminal Andalas sampai aku
ada dihadapan keluarga Beby. Ayah dan ibu Beby langsung menawarkan padaku,
untuk tinggal di rumahnya sampai habis masa orientasi mahasiswa dan berjanji
akan membantu mencarikan tempat kost di dekat rumah orang tua Beby. “Alhamdulillah”
Allah Yang Maha Mendengar do’a hambanya, dalam sujud Syukurku Aku mendo’akan "Semoga Allah limpahkan kesehatan dan keberkahan pada keluarga Beby temanku yang sangat baik padaku. Sore
hari itu, aku dapat rumah kost dua buah rumah di depan rumah Beby. Betapa
mulianya hati ayah dan ibu temanku yang sangat memperhatikan aku dan
mengajak aku tidur di rumah beliau selama Pekan Orientasi Mahasiswa (POSMA). Kebaikan dan kemuliaan hati ke dua orang tua
sangat berkesan dan menjadi pelajaran buat aku sampai saat ini. beliau tidak
pernah membeda-bedakan anggota keluarga yang ada di rumah, apakah anak kandung,
ponakan, tamu diperlakukan sama. Perlakuan itu terlihat nyata pada waktu
makan, semua yang ada di meja makan
harus diambil sudah jatahnya, karena segan dan malu. aku hanya mengambil sayur
mayur saja, orang tua Beby sering meletakkan sambal atau makanan ke atas
piringku. Selama kegiatan POSMA aku tinggal di
rumah Beby, Sebelum berangkat ke kampus mengikuti kegiatan, selalu setiap pagi aku disuruh makan oleh ibu Beby.
Keunikan dari kegiatan orientasi adalah kami disuruh kumpul jam 06.00 pagi waktu Air Tawar, maksudnya seberapa pagi kami sampai di tempat berkumpul tetap dinyatakan terlambat kalau panitia sudah hadir, kecuali kalau kami bersamaan datang dengan panitia. “Alhamdulillah” aku biasa datang awal atau bersamaan dengan kakak panitia, jadi tidak pernah terlambat dan tidak pernah dapat hukuman baik dalam bentuk penampilan bakat atau memungut sampah dan bersih-bersih lingkungan. Pulang mengikuti kegiatan POSMA, aku mandi sudah sholat Magrib terus mengaji, kadang-kadang aku tertidur karena kecapek-an. sayup-sayup terdengar ayah bertanya pada ibu Beby, “apakah aku sudah makan?, kalau belum suruh makan dulu?, nanti sakit bagaimana mengikuti kegiatan?”. Ayah dan ibu Beby sudah lama tinggal dekat kost mahasiswa, biasanya pendatang baru di rumah kost juga di POSMA, itulah sebabnya ayah dan ibu Beby menyuruh aku tinggal di rumah beliau. Kasihan kata ibu dan ayah Beby, melihat mahasiswa baru harus mengikuti masa orientasi di kampus dan rumah kost secara bersamaan. Kegiatan masa orientasi mahasiswa sangat bermanfaat dalam pembentukan karakter keberanian, bertanggung jawab, dan berani mengemukakan pendapat. Selesai kegiatan POSMA aku pamit pada ayah, ibu, nenek, uda, Beby serta adik-adiknya, aku sangat berterimakasih pada keluarga Beby semoga Allah membalas kebaikan keluarga Beby.
Rumah kost aku terletak di jalan Blang Bintang No. 19 Air Tawar Timur tepatnya tiga buah rumah sebelah kanan di depan rumah Beby. Bangunan semi permanen sangat sederhana , satu meter bagian bawah dinding rumah kostku terbuat oleh batu bata semen tanpa plaster, di bagian atas susunan papan-papan dengan lantai semen. Pertama kali masuk ke dalam rumah dan kamar kost, aku salami kakak yang temui baik satu kamar maupun berbeda kamar. Disisi tempat tidurku, ada uni Ely jurusan geografi sangat baik padaku, serasa aku dapat kakak perempuan, aku senang bahagia. Posisi kamarku paling ujung dekat jalan umum dan kamar mandi satu kamar diisi tiga orang. Keluar dari pintu kamar melewati teras menuju samping kamarku bagian belakang ada dapur dan kamar mandi. Kamar mandi kami berupa sumur yang dikelilingi 4x4 meter dinding semen, tingginya satu setengah meter tanpa atap, begitu juga WC disisi kamar mandi. Jadi apapun aktivitas kami di dalam kamar mandi terlihat jelas kalau berdiri dari ketinggian. Tepat di belakang dan depan rumah kost ada rumah tempat kost putra mahasiswa peternakan, pertanian, kimia dan farmasi. Kondisi rumah kos putri memancing keisengan beberapa mahasiswa memanjat pohon nangka bertujuan melihat mahasiswi mandi. ibu kos kami mengetahui keisengan mereka. Suatu kali disaat kami mandi sore ibu kos mengintai mahasiswa yang memanjat pohon, setelah enak duduknya langsung beliau menyapa “ haaai apa yang mau diambil..... kok setiap anak gadisku (mahasiswi) mandi, selalu alasannya mengambil nangka yang matang di pohon”. Serentak semua bergegas turun dari pohon sambil tertawa, aduh kita ketahuan.
Aku mendapatkan dua orang kakak perempuan yang sangat baik padaku, uni Ely kakak satu kamar denganku, keluarga uni Ely tinggal di Simpang Sanjai Bukittinggi, Uni Ely menyayangiku seperti adik kandung sendiri sebaliknya aku sangat menyayangi karena aku tidak punya kakak perempuan. Enam bulan aku bisa bersama dengan uni Ely kami masak bersama semua kegiatan aku diperhatikan dengan sangat baik. Kebiasaanku puasa senin kamis menjadi perhatian khusus uni. Terasa sekali kalau aku kuliah sampai sore uni sudah menyiap teh manis dan makanan berbuka puasa. Persaudaraan dengan uni Ely tetap berjalan baik walaupun uni sudah wisuda diploma tiga geografi IKIP Padang dan SK mengajar uni Ely keluar di SMP Air Tiris. Keakraban masih terasa hubungan terjalin dengan baik, kalau ada urusan ke Padang uni selalu menyempatkan diri menginap di kamarku, walaupun hanya satu malam. Setiap kali menginap uni membawa kerupuk sanjai, cake tape makanan ringan lainnya untuk aku dan teman-teman. Keesokan hari, disaat uni kembali ketempat tugas, pertama kali aku kaget melihat amplop di bawah bantalku, ada tulisan uni “ ada sedikit untuk jajan ya diek”. Bahagia sekali rasanya dari kecil sering aku tidak dianggap yang sangat berkesan sampai saat ini. kenangan semasa SMA, ada seorang teman yang lancang sekali padaku, teman SMA yang satu kamar dengan aku memakai peralatannya, tanpa bertanya siapa yang memakai dia omeli aku dengan kata-kata yang menyakitkan hati, aku kaget kok aku yang dimarahi. Oooh rupanya dia segan karena ayah teman yang memakai alat dapurnya disegani, beda dengan aku yang ditinggal ayah dari kecil. orang lain yang bersalah aku yang dimarahi.
Semenjak aku kuliah banyak orang
yang menyayangiku dengan tulus ikhlas sepenuh hati. Merasa bersyukur dan berterimakasih atas perhatian
dan kasih sayang semua pada diriku. Satu lagi uni Zelniar Zein (ni Eny) yang sangat aku rasakan
kasih sayangnya. Beliau adalah kakak tingkat satu jurusan biologi denganku. di
kampus kami sering dikatakan adik kakak
kandung karena ada kemiripan. Teman-teman uni Eny semua jadi dekat denganku,
entah karena sayang entah karena hoby uni Eny selalu memotong kuku jari tanganku,
selama tiga tahun aku kuliah uni Eny selalu memperhatikan aku, aku sangat sayang
padanya begitu juga dengan uni Eny. Semua keluarga aku dan keluarga uni sangat
dekat dan saling silaturrahim. Aku merasakan semua orang baik dan menghargai
aku, baik di rumah tempat kos begitu juga di kampus. Teman satu kamar Rina
jurusan Kimia Diploma tiga dan satu fakultas, kegiatan di rumah kos ataupun di
kampus kami sering melakukan bersama. Jadilah kami di olok-olok teman " lah sekarang akrab nanti kalau sudah berpisah bakal tidak kenal mengenal lagi ". aku jawab mana tahu atas izin Allah kami di tugaskan di sekolah yang sama. Tugas kuliah aku kerjakan sungguh-sungguh. Aku
bertekad dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Kebiasaan mengaji setiap
selesai sholat Magrib dan sholat Fajar selalu aku lakukan, ku persembahkan do’a
yang tulus semoga ibundaku selalu sehat dan kami dapat membahagiakan beliau
nantinya, “Aamiin!”. Sering
terbayang ibuku yang sendirian di
Kampung karena adikku sudah kuliah di Unand dan STM Negeri 2 Padang. Aku tidak
bisa tidur apabila banyak tugas ditambah teringat ibuku. Biasanya aku ambil
wudhu, sholat tahajud mendo’akan ibu semoga beliau sehat dan barokah umurnya. Tahun
1982 kakakku pindah tugas dari Jakarta
ke kota Padang, ketiga saudara laki-lakiku
tinggal di Jati V, secara bergantian akan melihat aku sambil menjemput sambal
minimal dua kali satu minggu.
Melihat ke kompakan kami adik beradik, banyak teman-teman mahasiswa yang berdekatan dengan kosku merasakan hubungan kekeluargaan yang baik. Seorang kakak laki-laki orang Batu Sangkar, jalan hidupnya mirip dengan aku.
Ibunya juga seorang guru dan ayahnya meninggal dunia saat masih kecil. Kakak
tersebut kuliah di jurusan Kimia Unand. Perhatian yang diberikan tak obahnya
sama seperti saudaraku. Ketika, ada orang tua salah seorang teman kami berpulang
kerahmatullah di Kampung Pisang Bukittinggi. Waktu itu hari kamis, kami pergi
takziah dengan teman-teman kosku Blang bintang dan kos Polonia lebih kurang 15
orang. Sepulang takziah di kampung Pisang kami singgah di Bukittinggi,
mobil yang kami tumpangi berhenti aku bergegas turun untuk membeli makanan
berbuka puasa, langkahku terhenti karena dihalangi kakak yang sudah menanggap
aku adik kandungnya. Rupanya kakak itu tahu aku puasa, aku sudah dibelikan makanan dan minuman untuk
berbuka di mobil nanti.
Teman–teman
yang melihat mengatakan, “aduh senangnya, dibelikan pabukoaan sama kakaknya”. Teman dekat
kakak tersebut juga ikut bersama kami, aku khawatir nanti salam paham terhadap
aku. Aku sampaikan sama kakak tersebut. kakak tersebut mengatakan bahwa, “ sama
pacar bisa putus, tetapi kalau adik akan abadi selamanya”.
“Alhamdulillah” Ya Rahman Ya Rahim, tanpaku sadari aku terharu dengan linangan air mata. Ya Allah
perhatian yang begitu besar Engkau kirimkan pada hamba, lewat orang-orang
pilihan yang ada disekitar hamba. Semoga
Allah membalas semua kebaikan orang-orang di sekitar hamba. Ya Allah “Aamiin”.
Aku praktek
mengajar di SMA Negeri 2 Bukittingi, aku tinggal di rumah keluarga di belakang
Rumah Sakit Ahmad Mukhtar. Praktek mengajar berlangsung selama tiga bulan. Sebelum
berakhir kegiatan praktek mengajar, kami mengadakan acara jalan kaki dari SMA
Negeri 2 Bukittinggi melewati Ngarai Sianok, Lambah terus menuju Kampung
Pisang. Kenangan yang tak
terlupakan, berjalan bersama menikmati indahnya pemandangan di sepanjang
perjalanan mengobati rasa lelah kami.
“Alhamdulillah” seluruh mata kuliahku lulus dengan baik,
begitu juga praktek mengajarku berjalan
dengan baik. Mulai bulan Juli 1983 mata kuliahku sudah selesai.
Rasa syukur pada Allah Subhana wata’ala, dengan hati gembira dan bahagia aku
khabarkan pada ibu dan saudaraku bahwa semua mata kuliah lulus dengan nilai baik. Kami
ke kampus hanya untuk mendaftar dan mempersiapkan acara wisuda besar-besaran pada
tanggal 5 September 1983 dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sujud
syukur aku dan keluarga atas segala kemudahan dan kasih sayang sehingga terwujud impian yang aku dambakan selama ini.
Menunggu wisuda, kami putra putri daerah
Padang Sibusuk, pada bulan Juni 1983 kami diundang rapat untuk berpartisipasi dalam pendidikan di SMA Swasta Padang Sibusuk yang lebih terkenal saat
itu SMA Yakin. Ketua Yayasan Pembangunan saat itu adalah bapak R. Datuak Monti
Dalimo, Kepala Sekolah bapak Asraruddin, BA. Wakil kepala sekolah bapak Nurahim
Sutan Makmur. Guru-guru berasal dari putra putri Padang Sibusuk yang baru menyelesaikan kuliah di IKIP Padang, dan guru-guru yang mengajar di sekolah
terdekat yaitu : SMPN, MAN Padang Sibusuk, SMAN, STMN Sawahlunto, SMP SDI
Silungkang dan STMN Solok. Aku ditugaskan mengajar Biologi, Kimia dan PKK pada saat itu.
Komentar
Posting Komentar