ASAH TERUS SEMANGAT LITERASI
Tanggal : 03 Februari 2022
Tema : Filosofi
Ki Hajar Dewantara vs Peradaban Digital
Nara Sumber : Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag,M.Ag
Bersyukur pada Allah yang Maha mengetahui apa yang
dibutuhkan hamba-Nya. Sore ini banyak sekali ilmu yang diperoleh dari webinar "NGUPING SATU GURU" . Berawal dari rasa ingin tahu tentang kekinian mendorong jari jemariku untuk mengisi formulir webinar Pelatihan Penyusunan Digital Learning Entrepreneurship dalam Mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar dan Merdeka Finansial Pendidik serta Masyarakat Indonesia. Setelah persyaratan pendaftaran dilengkapi Alhamdulillah saya dihubungi panitia untuk mengikuti semua kegiatan dari tanggal 16-20 Januari 2022. Semangat yang menggebu mengikuti semua kegiatan, jika menemukan kendala tidak segan bertanya pada teman maupun nara sumber. Resume Belajar Sepanjang Hayat dapat hadiah buku dari Om Jay membakar semangat ingin tahu untuk terus belajar membaca menulis dan menulis.
Menulis dan membuat berbagai media pembelajaran sudah lama dilakukan, tulisan sederhana masih perlu perbaikan disana sini sudah membawa aku mengikuti Simposium Nasional Inovasi Pembelajaran dan Inovasi Pengelolaan sekolah ke-2 tahun 2004. Pertama kali diundang mengikuti kegiatan Nasional membuat aku terharu, bangga dan terus memotivasi diri. Berbagi pengalaman dalam Inovasi pembelajaran dari guru-guru yang kreatif seluruh wilayah Indonesia, tidur di hotel berbintang Savari Garden Hotel Cisarua Bogor. Transportasi darat dan udara disediakan, satu tas sandang kulit cantik dan kuat berisi buku-buku tentang pendidikan dan inovasi. Finalis Science Education Award tahun 2005 dan 2009. Forum kreativitas dan Karya Inovatif (FKKI) Pendidik dan Tenaga Kependidikan tahun 2016. Classroom Action Research SEAMOLEC tahun 2017. Best Practice Simposium Nasional tahun 2018, buku perdana Jalan Berliku Berujung Bahagia tahun 2018. Kekuranganku dalam menulis masih banyak sekali dan perlu diasah terus supaya terpacu kembali berbuat dan menulis yang lebih baik.
Merasa bersyukur dan bahagia Om Jay sang motivator sangat tahu yang aku butuhkan, meng- gabungkan aku ke Grup Belajar Menulis 24. Setiap hari aku ikuti kegiatan, mendengar dan membaca resume teman-teman sudah yang ke-7. Alhamdulillah inilah yang aku cari, sebagai anggota grup aku hanya membaca berusaha memahami materi dari nara sumber. Aku belum mengisi formulir peserta Belajar Menulis 24 dan belum membuat resume setiap kegiatan. Jawaban Om Jay dari kekhawatiranku sangat menyenangkan, tidak membebani dan tidak menakutkanku " tidak apa-apa belum buat resume ikuti saja dan pahami". leganya hati ini mendengar kata-kata sang motivator.
Perjalanan panjang di Padang Pasir Literasi, aku tertatih-tatih melangkah dalam menulis sampai aku haus. Disini aku menemukan Oasis dari Sang Blogger Om Jay yang sudah mengaplikasikan Filosofi Ki Hajar Dewantara seperti yang disampaikan bapak Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag, M.Ag " Pendidikan itu menuntun potensi anak bukan ngisi. Menuntun anak untuk tegak melangkah dan tidak jatuh, membangkitkan segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. Agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Manusia seutuhnya yang selamat dan bahagia. Hakekat Pendidikan itu adalah mengenali potensi diri, muhasabah diri atau investigasi diri, sehingga menemukan potensi unggulan yang dititipkan Allah. Hakikat pendidikan menurut Ki Hajar " Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu". Meskipun mengenyam pendidikan di tempat yang sama dan didik oleh guru yang sama, tentunya setiap murid punya jalannya sendiri-sendiri.
Pendidikan itu menghasilkan tiga guna yang luar biasa ( Triayu) " Hamemayu Hayuning Sarrom". "Hamemayu Hayuning Bongso". " Hamemayu Hayuning Bawono". Kalau dipakai bahasa Indonesia mungkin lebih pasnya " Memelihara diri, Menjaga dan memelihara bangsa Menjaga dan memelihara alam semesta". Filosofi Ki Hajar Dewantara yang jadi semboyan dunia pendidikan Indonesia adalah Triloka " Ing Ngarso Suntulodo, Ing Madyo Mangunkarso, Tut Wuri Handayani". Pendidikan kalau ingin sukses "di depan memberi contoh, di tengah produktif dan kreatif, di belakang mendukung". Kalau dalam struktur pendidikan berarti yang di belakang bisa guru, kampusnya bisa juga pemerintahnya.
Mudah-mudahan amanah yang ada dipundak bisa membawa kita ke jalan yang diridhoi Allah yang akan membawa kita ke surga nantinya. Tiga kalimat yang sering aku gaungkan di telinga peserta didik adalah " kerjakanlah segala sesuatu dengan ikhlas, hindari kata-kata tidak bisa rubah menjadi mengapa orang lain bisa, jujur adalah sifat yang sangat terpuji". Terimakasih Om Jay Salam literasi Salam Blogger
luar biasa resumenya
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih ilmunya Om Jay sang motivator ku
BalasHapus