BADAL HAJI AYAHKU
MENUJU
BAITULLAH
(Part 3)
Semalam di Asrama
haji Parupuk Tabing bakal susah memejamkan mata karena pikiran sudah melayang jauh ke
Tanah Suci. Suasana kamar diisi 12 orang
calon jemaah haji dengan dua buah kipas
angin, terasa kurang memadai. Semakin Larut malam angin mulai berhembus masuk melalui
ventilasi kamar kami, jam dinding berdentang 12 kali memecahkan keheningan
malam. Sebagian jemaah sudah tertidur pulas, ada yang masih mengipas-ngipaskan potongan kertas kardus untuk mengurangi panas dan ada yang khusuk dalam sholat
tahajjud sambil berzikir.
Usai sholat Fajar di Masjid kami kembali ke kamar, terus menuju ruang makan. Setelah siap sarapan. dilanjutkan acara pelepasan dan penyerahan jemaah haji dari Wali kota Padang kepada ketua kelompok terbang (Kloter) 17 PDG. Kanda Edwar, ananda Rahmi, adinda Nani dan adinda Well menemui kami, melepas rindu sejenak di dekat pintu gerbang Asrama haji. Pakaian yang kami pakai semalam di bawa pulang ke rumah.
Baada Zuhur semua calon jemaah haji mempersiapkan diri untuk berihram. Mulai dari merapikan kuku dan rambut, mandi sunnah ihram dan memakai pakaian ihram. Berkumpul di Aula untuk pengambilan dan pemasangan nomor tempat duduk di koper kecil dan tas paspor calon jamaah haji. Semua jemaah menaiki bus sesuai dengan regu dan rombongan. Bus yang kami tumpangi meluncur dari Asrama Haji Parupuk Tabing menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), tiba di bandara pukul 19.30WIB. Sesuai jadwal keberangkatan kloter 17-PDG pukul 21.05 wib. Perkiraan waktu tempuh antara Padang- Makkah lebih kurang 9 jam. Satu per satu jemaah naik pesawat dengan tertib. Kami disambut dengan senyum manis pramugari dan diarahkan untuk menuju bagian depan pesawat.
Alhamdulillah ya Allah, kami baru menyadari tempat duduk 9,10 dan 11 adalah eksekutif class sampai nomor 26. Serasa mimpi senang bahagia campur aduk melihat tempat duduk mewah luas dan nyaman. Setiap kursi dilengkapi tombol pengaturan posisi kursi bisa selonjor, atau tiduran sambil dipijit-pijit punggung dapat kami nikmati dalam perjalanan panjang.
Rasa syukur dan bahagia mengalir bersama aliran sel-sel darah ke seluruh tubuhku, rahasia Allah yang terindah tanpa kita ketahui.
Ingatanku terbang ke-empat belas tahun lalu pertama kali
melaksanakan ibadah haji gelombang I kloter II Sumatera Barat / kloter V Medan. Posisi
tempat duduk kami dibagian tengah
pesawat. Tahun 2005 terakhir jemaah haji Sumatera Barat bergabung dengan
Embarkasi Medan. Dua kali masuk asrama haji Padang dan Asrama haji Medan, dua kali naik pesawat Garuda (
Padang-Medan), pesawat Qantas (Medan-Madinah). Pengalaman indah dan nikmat kami rasakan,
apalagi suamiku dua kali menikmati azan di udara pada hari Jum'at sholat
subuh dan jama' sholat zuhur ashar berjamaah. Pengalaman yang sangat berharga yang tidak mungkin terulang kembali dalam hidup kami. Allah mengizinkan kami merasakan nikmatnya landing dan Take off di Bandara Internasional Amir Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah tahun 2005 dan landing di Bandara King Abdul Aziz Jeddah tahun 2019.

Alhamdulillah,begitu sempurnanya rencana Allah :)
BalasHapusAlhamdulillah Indahnya skenario Allah buat hamba-Nya.
Hapus