BADAL HAJI AYAHKU

 

MASUK ASRAMA HAJI (Part 2)

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu tepatnya Minggu 21 Juli 2019 untuk masuk Asrama Haji Parupuk Tabing. Satu hari sebelum masuk  asrama haji  koper besar sudah diantarkan ke  KBIH. Masing-masing calon jamaah haji memasang tanda koper sesuai regunya dan menyusun koper besar berdasarkan regu dan rombongan.

Pagi hari usai sarapan, silih berganti teman-teman, anak cucu dan menantu dari keluargaku maupun keluarga suamiku datang memberikan do’a dan ucapan selamat atas keberangkatan kami ke Tanah Suci. Gembira haru bahagia perasaan kami campur aduk melihat keikhlasan keluarga melepas keberangkatan kami. Sebelum sholat Magrib semua calon jamaah haji kloter 17 PDG berkumpul di Masjid Raya Sumatera Barat untuk bersama-sama menuju asrama haji naik bus pawai keliling kota Padang.

Kami berangkat lebih awal karena mau mampir menemui adik ayahku untuk minta maaf dan mohon do’a restu.Semoga kami diberi kemampuan kekuatan dan Ridho Allah SWT melaksanakaan rangkaian ibadah badal Hajj ayahku dan ayah mertuaku. Beliau gembira dan senang menerima kedatangan kami, bapak dan isteri bercerita panjang lebar tentang masa kecilku, perhatian beliau kepadaku, aku jadi terharu tanpa kusadari mataku berkaca-kaca mendengarkan ucapan beliau; betapa mulia hatimu naak, dari umur 5 tahun tidak mendapatkan kasih sayang ayah... hari ini kamu akan memulai kegiatan badal Hajj untuk ayahmu tercinta, mudah-mudahan jadi Haji yang mabrur. Aamiin Ya Robbal’alamin.

Selesai dari rumah adik ayahku, kami menuju Masjid Raya Sumatera Barat yang megah  dengan konstruksi bangunan unik bernuansa minang merupakan salah satu destinasi religi yang sangat menarik. Suasana diperindah lagi dengan ukiran dinding khas adat Minangkabau disinari kilauan lampu sore itu. Perasaan haru mulai terasa begitu masuk, terlihat bus-bus sudah berjejer di halaman masjid dengan ratusan calon jemaah haji diantar anggota keluarganya. Semua sibuk bercengkrama antara sesama calon jamaah dan anggota keluarga, ada juga yang memberikan oleh oleh dan cendramata. suamiku diberi tikar untuk di Padang Arafah oleh sahabat karib dari Sawahlunto. Ucapan terimakasih pada  sahabat, adik, kakak yang telah memberi kami berbagai perlengkapan haji. Allahlah yang akan membalas semua kebaikan sahabat adik kakak semua.

Semakin sore orang-orang bertambah ramai ada yang mengabil wudhu ada yang langsung masuk Masjid, Subhanallah begitu indahnya ukiran asmaul husna diterpa cahaya lampu  dengan beberapa kaligrafi, bagian mihrob menyerupai hajar aswad yang ada di Makkah, sehingga menggetarkan kalbu dan membawa terbang khayalanku ke Tanah Suci. Lamunanku buyar mendengarkan kumandang azan Magrib yang mendayu, Ya Allah berilah kami kesehatan dan kekuatan sehingga kami dapat melaksanakan semua rentetan kegiatan ibadah haji. Selesai melaksanakan ibadah sholat Magrib,  satu per satu jamaah  dipersilahkan naik ke bus yang sudah ditentukan sesuai regu dan rombongan diiringi gemuruh suara talbiyah menambah keharuan dan kekaguman pada Allah SWT. Semakin percaya bahwa perjalanan hidup kita adalah anugerah yang luar biasa, ketika suamiku memperkenalkan pak Jaka yang satu rombongan dengan kami tapi berbeda regu. Subhanallah, kalau dilihat dari penampilan ada kemiripan bapak Jaka dengan almarhum ayah suamiku kalau dilihat dari tahun kelahiran sama dengan almarhum ayahku. Jadilah pak Jaka perpaduan ke dua ayah kami bersama beliau kami anggap sebagai orang tua yang nyata bersama kami melakukan setiap langkah kegiatan ibadah haji.   Alhamdulillah kekhawatiran untuk berangkat Haji mendampingi adik suamiku terbayar sudah hari ini kami akan masuk Asrama Haji.

Mobil patroli perlahan-lahan beranjak keluar dari halaman Masjid diikuti bus-bus jamaah diiringi gemuruh suara “Labaika Allahumma labaik labaika lasyarikalaka labaik”....dst. Di sepanjang jalan yang kami lewati orang-orang berdiri melambaikan tangan sambil mendo’akan jamaah mudah-mudahan selamat sehat diberi kemampuan melaksanakan semua rangkaian ibadah. Suasana hujan gerimis disinari  cahaya lampu menambah rasa sedih haru bahagia diiringi khidmadnya lantunan talbiah dari jamaah dipimpin ketua setiap bus.

 Setelah sampai di Asrama haji kami disambut lantunan talbiyah yang merdu hampir semua jamaah merinding mendengarnya. Satu per satu jamaah turun dari bus  membawa koper kecil memasuki Aula.  Disini kami menerima uang living cost, Gelang Biometrik, nomor tempat duduk di pesawat dan kamar tidur di Asrama haji. Merangkak malam calon jamaah haji berangsur meninggalkan Aula, menuju kamar untuk  menggati pakaian yang sudah basah keringat dan beristirahat.


Komentar

  1. Sukses dalam berkarya terus andung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Do'akan ya sayang semoga terbuka inspirasi andung ya sayang

      Hapus
  2. True story yang menarik, seting tempat dan suasana yg detail sehingga menyenangkan pembaca. Terus berkarya kakanda....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Robbal'alamin, Insya Allah berusaha lebih baik

      Hapus
  3. Teringat suasana yg sdh lbh 2 thn yll,.. semoga Allah selalu ridhoi ibadah yg kita lakukan,Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Robbal'alamin, mudah-mudahan Mabrur yo tin.

      Hapus

Posting Komentar