BADAL HAJI AYAHKU
“Alhamdulillahirobbal’alamin“ segala puji bagi Allah Yang Maha mengabulkan do’a hamba-Nya.
Betapa bahagia aku dan suami mendapat khabar tentang pengumuman calon jemaah
haji gelombang ke-dua, dari pegawai urusan haji Kemenag Kota Sawahlunto.
Setelah sekian tahun penantian, tibalah saatnya untuk segera menyetor pelunasan
BPIH ke Bank. Serempak kami sujud syukur disertai linangan air mata bahagia
atas izin Allah aku dan suamiku dapat menjadi muhrim adik yang suaminya sudah
almarhum. Annisa, Syifa dan Furqon tiga ponakan kami merasa bahagia senang gembira karena Meminya berangkat haji sama mak uncu
(suamiku). Waktu pengumuman calon jemaah haji gelombang satu nama adik suamiku
sudah ada, sementara kami masih termasuk kelompok daftar tunggu karena sudah
pernah melaksanakan ibadah haji tahun 2005. Jadwal setoran pelunasan biaya
penyelenggaraan ibadah haji gelombang satu sudah ditentukan. Adik suamiku
melakukan pelunasan BPIH tanggal 5 April 2019 di Kota Padang.
Penantian dengan penuh was-was dan kekhawatiran
menunggu detik-detik pengumuman pelunasan gelombang ke-dua. Dari hari ke hari
informasi yang sangat beragam kami terima, menambah gundah gulana hati kami
terutama suamiku, satu bulan sebelum pelunasan BPIH adik suamiku sakit yang
lumayan mengkhawatirkan. Ditengah sujud malam kami memohon kepada Sang
Khalik semoga rencana awal kami terkabul
untuk mendampingi adik ke Tanah
Suci.
Alhamdulillah “Bismillahirrahmanirroim” dipagi yang cerah secerah suasana hati, berangkatlah kami ke bank Nagari untuk setoran pelunasan BPIH tepatnya tanggal 8 Mei 2019. Bank Nagari mengadakan acara pelepasan calon jamaah haji dari seluruh kabupaten kota se Sumatera Barat, dengan memfasilitasi bus, konsumsi dan cendera mata berupa bantal leher untuk setiap calon jamaah haji berkumpul di Masjid Raya Sumatera Barat.
“Alhamdulillah” selesai dari bank kami menuju Kemenag untuk melaporkan diri kepada penyelenggara urusan haji. kami disambut baik oleh bapak ibu bagian urusan haji, kami disuruh melengkapi syarat untuk meminta surat pindah kloter ke kota KBIH tempat adik suamiku melaksanakan manasik haji. Rasa Syukur kami pada Allah yang telah memberi kemudahan kelancaran setiap langkah kami, mulai dari pemeriksaan kesehatan, imunisasi meningitis, pengambilan koper besar dan kecil. semuanya berjalan tanpa hambatan yang berarti. Angin sepoi-sepoi basah merasuki sukma kebahagian di seluruh pori-pori karena rasa syukur pada Allah Azza wajalla.
*****
Mantap uni ....bisa dilanjutkan lagi un utk cerita selanjutnya
BalasHapusAlhamdulillah semoga lancar dan dimudahkan untuk menulis selanjutnya
HapusMantap bu, ditunggu cerita selanjutnya bu, sukses dan sehat selalu utk bu waty dan Pak Utiah.
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih sayang
HapusAlhamdulillah... Subhanallah... Lanjuut cerita nya uni..... Barakallah semoga bisa terbit buku2 karangan uni yg menyentuh lainnya sukses ya uni sayang
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih sayang, semoga terujud buku kedua. Aamiin Ya Robb
HapusBarakallah tek wati,terharu..semiga Allah lurusksn selalu niat kita Aamiin..
BalasHapusAamiin Ya Robb
Hapus